Selasa, 17 Januari 2017

KELUARGA BESAR POLDA MALUKU MERAYAKAN NATAL




Demikian amanat Kapolda Maluku Brigjen Pol. Drs. Ilham Salahudin, SH, M.Hum, pada perayaan Natal Keluarga  Besar Polda Maluku  yang dibacakan Waka Polda Maluku Kombes Pol. Drs. Musa Ginting. Perayaan Natal ini juga dihadiri oleh Para Pejabat Utama Polda Maluku, Ketua Ninode, Sekertaris Keuskupan,Sekertaris Klasis Pulau Ambon, Pengurus Bhayangkari dan Pengurus Kemala Bhayangkari Maluku, serta diikuti Pers Polda yang beragama Kristiani yang berlangsung di Gereja Maranatha Ambon, tadi, ( 17/1-20117 ).


Lebih lanjut dikatakan, bahwa dengan suasana Natal yang dirasakan oleh kita sebagai anggota Polri saat ini adalah suasana damai dan penuh kerukunan. Sesungguhnya pula menjadi cita-cita kita semua menciptakan aman, tertib, damai, adil dan harmonis di Wilayah Maluku yang kita cintai ini dalam perayaan Natal Yesus Kristus keluarga Besar polda Maluku tahun 2016, jelasnya.


Dengan demikian kita menyadari bahwa, bangsa kita adalah bangsa yang majemuk terdiri dari suku, agama etnis, bahasa dan budaya. Untuk itu tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu kecuali, dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serata saling menghargai perbedaan masing-masing, pinta Kapolda.


Maka dengan perayaan Natal dengan kesederhanaan ini, hindari dan jauhkan perilaku arogan, kekerasan,  penyalagunaan wewenang, konsumtif dan pemborosan yang hanya akan membuat Institusi Polri kita rapuh. Yang terpenting adalah pemberian diri kita untuk semakin dekat dengan Sang Putra Natal sebagai pemberi hidup bagi manusia melalui perubahan dengan harapan kepada keluarga besar Polda Maluku agar dapat mereflesikan kasih Tuhan dalam  kehidupan sehari-hari menjadi garam dan terang dunia, harapnya.



Dalam perayaan Natal kali ini juga dilanjutkan dengan pemberian tali asih oleh Waka Polda Maluku Kombes Pol Drs. Musa Ginting kepada para Purnawiran Polri dan PNS Polri sedangkan Pemberian Tali asih kepada Warakauri Polda Maluku diberikan oleh Ketua Panitia AKBP. E. Nirahua. acara Natal ini juga diisi dengan paduan suara dari Desa Passo dan dari Keuskupan Amboina berlangsung lancar dan baik.  

SEBAGAI ANGGOTA POLRI HARUS MENGAMALKAN TRIBRATA DAN CATUR PRASETYA




Tribratanews - Tidak lama lagi Polda Maluku akan menghadapi Pemilukada dibeberapa Kabupaten/Kota, untuk itu sebagai anggota Polri tidak ada satu orang anggota Polri yang terlibat didalam politik praktis, tidak boleh memihak kepada salah satu pasangan calon, apalagi sampai terlibat didalamnya.

Demikian dikatakan Kapolda Maluku Brigjen Pol. Drs. Ilham Salahudin, SH, M.Hum, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Waka Polda Maluku Kombes Pol. Drs. Musa Ginting yang bertindak selaku Irup pada upacara Bulanan tanggal 17 Januari 2017 yang diikuti Irwasda Maluku Kombes Pol. Drs. Sarono, MH, Pejabat Utama, Pamen, Pama, Brigadir dan PNS Polda Maluku  berlangsung di Mapolda Maluku, tadi pagi, (17/1-2017 ).

Lebih lanjut dikatakan bahwa, sesuai penekanan Kapolri kepada semua anggota Polri harus bersikap netral, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, bahwa kita harus menjaga Kamdagri, Harkamtibmas dan sebagai Pengayom, Pelayan dan Pedlindung serta penegakan Hukum,  pintanya.

Untuk itu jelas Kapolda, sangat menyesal atas keterlibatan anggota dalam berbagai macam kasus baik itu narkoba, penggelapan dan kriminalitas lainnya, maka dari itu masing-masing anggota dapat menganalisa dan mengevaluasi kenapa hal itu bisa terjadi, apabila kita sebagai anggota Polri meresapi dan mengamalkan apa yang terkandung di dalam Tribrata, Catur Prasetya dan disiplin serta Etika Profesi Kepolisian tidak akan terjadi. Jelasnya.


DIT RESKRIMNARKOBA DAN JAJARANNYA MEMBERANTAS NARKOBA.



Tribratanews  - Untuk memberantas Narkoba bagi pengguna dan pengedar bukan hal yang mudah, hal ini sebagaimana semua kita  sudah  tahu tentang bahaya Narkoba dari waktu ke waktu meningkat terus, bukan saja bagi orang dewasa saja, akan tetapi sudah sampai ke anak sekolah dasar pun terkena.

Untuk itu, dasar Undang-Undang RI Nomor 35 tahun  2002 tentang Narkotika dan diperkuat dengan Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan, maka dengan dasar tersebut Direktorat Reserse Narkoba yang di nakodai Kombes Pol. Thein Tabero, SH. SiK, melakukan berbagai operasi pengungkapan perkara TP  Narkoba dan keberhasilannya selama dari tahun 2016 s/d 2017 dan perbandingan perkara TP Narkoba selama tiga tahun terakhir ( Ta. 2015, 2016 dan 2017 bulan Jabuari ) oleh Ditresnarkoba dan Polres Jajaran Polda Maluku.

Dari data perkara TP Narkoba dari tahun 2016 dan / tahun 2017 yang ditangani oleh Ditresnarkoba dan Jajaran Polres Polda Maluku adalah : jenis ganja 17 kasus, shabu 88 kasus, baya 2 kasus,  dgn Jlh perkara 107 kasus, dengan jumlah tersangka 113 tersangka. Yang telah Sidik 9, Utk Thp l, 1 kasus, dan untuk Thp ll ( P21 ) 97 kasus. Sedangkan untuk tahun 2017,  ganja 1 kasus, shabu 9 kasus, Baya Nihil, Jadi Jlh perkara yang ditangani 10 perkara, Dgn jumlahn  14 tersangka, Dalam sidik 10 kasus, Thp l Nihil,  Thp  ll ( P21 ) Nihil. 

Dengan demikian jumlah tersangka dan anggota Polri Polda Maluku  adalah sebagai berikut :  Jumlah tersangka umum = 103 orang. Sedangkan jumlah anggota Polda Maluku sebagai tersangka 10 orang. Maka julah total 113 orang. Untuk barang bukti antara lain : Shabu 53 Paket. Sedangkan Ganja 5 Paket. Jumlah ; 58 Paket, jelas Kabid  Humas Polda Maluku. 

Maka data perbandingan keberhasilan pengungkapan Perkara Narkoba 3 ( tiga ) tahun terakhir Ditresnarkoba dan Jajaran Polda Maluku sebagai berikut : Satker Dit Resnarkoba thn 2015 pengungkapan 17 kasus, sedangkan tahun 2016 27 kasus, kemudian tahun 2017 ( bln Januari ) 7 kasus. Maka peningkatan meningkat menjadi 70 %. Jelasnya,

Untuk Polres Ambon 2015, sebanyak 17 kasus, kemudian tahun 2016 menjadi 27 kasus, kemudian tahun 2017 menjadi  3 kasus, sehingga pengungkapan meningkat menjadi 70 %. Untuk Polres Malteng 2015, sebanyak 1 kasus, tahun 2016 menjadi 9 kasus, sedangkan 2017 Nihil, sehingga pengungkapan meningkat menjadi 800 %. Sedangkan Polres SBB 2015 terjadi 5 kasus, tahun 2016 menjadi 7 kasus, sedangkan tahun 2017 Nihil. Hal ini menjadi pengungkapan 70 %. Untuk Polres SBT 2015 terjadi 1 kasus, kemudian 2016 menjadi 4 kasus, sedangkan 2017 Nihil. Sehingga pengungkapan meningkat menjadi 300 %, papar Kabid.

Polres Buru 2015, menjadi 5 kasus, kemudian 2016 menjadi 6 kasus, kemudian tahun 2017 Nihil. Sehingga pengungkapan meningkat 60 %. Kemudian Polres Malra 2015, terjadi 5 kasus, tahun 2016 menjadi 12 kasus, tahun 2017 Nihil yang menyebabkan pengungkapan meningkat 120 %. Sementara Polres MTB tahun 2015, hanya 1 kasus, untuk tahun 2016 terjadi 7 kasus, kemudian tahun 2017 Nihil, sehingga pengungkapan meningkat 600 %. Sedangkan untuk Polres Aru tahun 2015, untuk kasus Nihil, dan tahun 2016 terjadi 8 kasus, kemudian tahun 2017 Nihil, sehingga pengungkapan meningkat 800 %.

Jadi Jumlah data perbandingan keberhasilan pengungkapan perkara Narkoba 3 ( tiga ) tahun terakhir Dit Resnarkoba dan Jajaran Polres Polda Maluku masing-masing : Tahun 2015 terjadi 52 Kasus, untuk tahun 2016 menjadi 107 kasus, sedangkan tahun 2017 sementara 10 kasus, jelas ungkap Kabid Humas Polda Maluku, ( 17/1-2017 ).